
Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak
Semua orangtua pasti ingin melihat proses tumbuh kembang anak secara baik. Salah satu tahap yang orangtua tunggu adalah ketika mereka mampu mengucapkan kata-kata. Sayangnya, anak mungkin saja mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Oleh karena itu orangtua perlu tahu cara mengatasi speech delay pada anak di artikel ini.
Mendeteksi Speech Delay Pada Anak
Orangtua seharusnya mampu melihat kejanggalan yang terjadi pada anak sedini mungkin. Terutama terkait dengan kemampuan berbicaranya sang anak. Karena ketika kejanggalan terdeteksi, seharusnya orangtua langsung memeriksakannya ke dokter.
Berbagai terapi untuk speech delay biasanya akan menjadi kurang keefektifannya seiring bertambahnya usia sang anak. Oleh karena itu, semakin dini kita bisa mendeteksi, semakin cepat kita bisa memberikan perlakuan yang tepat untuk anak.
Untungnya kini ada panduan yang bisa kita gunakan dalam memperhatikan proses kemampuan komunikasi sang anak. Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorder, perkembangan kemampuan bicara anak berbeda-beda. Namun terdapat patokan yang bisa orangtua gunakan untuk mengukur sejauh mana perkembangan kemampuan komunikasi sang anak, berdasarkan kisaran usianya.
Untuk itu, ayah dan ibu bisa menggunakan panduan berikut ini untuk mendeteksi apakah anak mengalami keterlambatan berbicara atau tidak, berdasarkan usia.
3 Bulan Pertama
Pada usia ini, bayi biasanya sudah bisa mengeluarkan suara namun tentu saja tidak memiliki arti. Biasanya kita menyebut bahasa tersebut sebagai bahasa bayi (blabbling).
Mereka juga sudah bisa mengenali, mendengarkan suara sambil memperhatikan wajah orangtuanya saat sedang berbicara dengan sang bayi. Pada usia ini, bayi sudah bisa menggunakan tangisan untuk beragam kebutuhan mereka, seperti saat lapar atau mengantuk. Oleh karena itu orangtua perlu jeli dengan bermacam tangisan mereka.
1. Usia 6 Bulan
Bayi sudah bisa mengeluarkan suara yang berbeda dan semakin jelas perbedaannya seperti “papa” dan “baba”. Ia juga akan mulai bersuara untuk mengekspreikan kondisinya. Seperti ketika senang ataupun sedih, menyimak alunan musik, atau menoleh ke arah datangnya suara.
2. Usia 9 Bulan
Pada usia ini mereka akan menggunakan nada suara yang lebih luas. Di usia ini juga bayi akan memahami beberapa kata dasar yang penting dalam komunikasi seperti tidak atau iya.
3. Usia 12 Bulan
Bayi pada usia ini lazimnya sudah bisa mengucapkan kata mama, ibu, atau papa. Mereka pun biasanya mulai menirukan kata-kata yang terucap oleh orang di sekitarnya. Pada usia 12 bulan, bayi juga sudah bisa memahami beberapa bahasa perintah seperti “ayo ambil”, ayo ke sini”.
4. Usia 18 Bulan
Pada usia ini, bayi bisa mengucapkan sekitar 10 kata dasar. Beberapa kata mungkin belum jelas pengucapannya, seperti minum menjadi “num”. Dan hal seperti ini sangat wajar.
Di usia ini juga bayi bisa mereplikat kata-kata yang ia dengar dari orangtuanya. Dia juga bisa menunjuk sebuah objek yang orangtua sebutkan, misalnya ayah, hidung, cicak.
5. Usia 24 Bulan
Pada usia ini bayi bisa mengucapkan sekitar 50 kosakata. Bayi pun sudah mulai bisa melakukan komunikasi menggunakan padanan dua kosakata, seperti “aku mau”.
6. Usia 3-5 Tahun
Di rentang usia ini, anak akan dengan cepat mengambangkan kosakatanya. Mereka yang ada di usia ini dapat menangkap dengan cepat kosakata baru. Anak di usia ini juga mampu memahami bentuk perintah yang lebih rumit dari orang terdekatnya.
Kegiatan untuk Mengatasi Speech Delay Pada Anak
Orangtua seharusnya melakukan stimulasi sejak dini kepada si kecil. Hal ini perlu agar mereka terhindar dari masalah speech delay atau keterlambatan berbicara. Caranya tidak terlalu sulit. Untuk itu ayah dan ibu bisa mencoba beberapa hal berikut ini untuk mengatasi speech delay pada anak.
1. Membacakan Cerita atau Dongeng Kepada Anak
Membacakan cerita atau dongeng menggunakan buku yang dilengkapi dengan gambar menarik merupakan salah catu cara yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi speech delay.
Kegiatan ini juga bisa meningkatkan daya imajinasi dan menambah kosakata yang mereka miliki. Selain itu, tidak kalah pentingnya, kalau kegiatan ini juga tentunya bisa menambah waktu berkualitas antara orangtua dan anak.
2. Melakukan Diskusi Sederhana dengan Anak
Sering mengobrol dengan si kecil merupakan salah satu cara yang paling efektif untung mengatasi keterlambatan berbicara pada anak. Ajak mereka untuk membicarakan hal-hal yang menarik untuk mereka.
Tentu saja topik yang menarik akan mendorong mereka untuk banyak berbicara. Misalnya saja pembicaraan tentang kegiatan bermain mereka hari itu, atau tentang karakter favorit mereka. Gunakan bahasa sederhana yang mudah mereka pahami.
Lakukan diskusi rutin yang menarik untuk mereka. Dengan kondisi yang menyenangkan, mereka akan suka jika orangtua kembali mengajak diskusi. Bahkan sangat memungkinkan jika si kecil yang terlebih dahulu mengajak untuk berdiskusi.
3. Bernyanyi Bersama
Hampir semua anak suka bernyanyi. Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan untuk mereka lakukan. Oleh karena itu umumnya metode belajar yang ditujukan untuk anak seringkali menggunakan nada.
Ciptakan suasana riang dan santai. Berikan lagu anak dengan lirik dan nada yang sederhana. Jika memungkinkan, gunakan lirik yang mengandung banyak pelajaran. Tentu saja sambil menyelam kita bisa minum air kan. Gunakan sedikit gerakan tari agar lebih menyenangkan. Yah paling tidak tepukan tangan pun sudah menarik.
Bernyanyi pun akan membantu anak menambah kosakata. Gunakan lagu yang sama untuk beberapa waktu sampai mereka bisa menyanyikannya dengan baik.
Berikan Nutrisi dan Vitamin untuk Mengatasi Speech Delay
Tidak kalah penting, ayah dan ibu juga perlu memberikan nutrisi penting untuk si kecil. Nutrisi yang tercukupi tentunya akan meningkatkan potensi baik anak. Nutrisi baik yang tercukupi juga sudah terbukti dapat melawan berbagai masalah pertumbuhan pada bayi dan balita.
Untuk memenuhi gizi yang penting seperti DHA, omega 3, antioksidan dan banyak vitamin dan mineral lainnya memang tidak mudah. Untungnya kini ayah dan ibu bisa mendapatkan kebutuhan gizi untuk melawan speech delay dengan produk dari Generos. Generos adalah suplemen terpercaya untuk anak yang memiliki banyak kandungan gizi untuk merangsang perkembangan otak. Untuk informasi ayah dan ibu, berikut ini 5 kebaikan bahan alami yang terkandung dalam Generos:
- Dengan kandungan pegagan, Generos mengandung DHA yang dapat menstimulasi syaraf otak anak sehingga mereka menjadi lebih aktif, komunikatif dan cepat tanggap.
- Ikan sidat terkandung dalam Generos, sehingga mengandung Omega 3 dan protein albumin untuk meningkatkan daya ingat neuron otak anak.
- Mengandung ekstrak mengkudu, sehingga Generos melindungi sel otak yang berperan penting untuk perkembangan otak anak.
- Dengan madu hutan, Generos mengandung antioksidan, mudah dicerna dan diserap otak, mampu menurunkan kecemasan, meningkatkan daya otak dan imunitas.
- Ekstrak temulawak yang ada dalam Generos dapat mencegah bakteri jahat dan merangsang kecerdasan otak. Ia juga mampu meningkatkan nafsu makan.
Untuk orangtua yang sedang menghadapi anak dengan kasus speech delay atau ayah dan ibu yang tidak mau masalah ini terjadi pada anak kesayangannya, silakan coba produk terpercaya ini. Klik di tautan ini ya untuk produk resmi dan aslinya.
